Izinara
Masuk

Konsep Izinara

Setiap kebutuhan izin dikelola sebagai proyek: dari kebutuhan muncul sampai semua izin terbit dan tercatat di register.

Konsep

Izinara memperlakukan pengurusan izin impor dan izin edar seperti proyek. Kebutuhan (PO baru, produk baru, izin akan habis, atau sertifikasi halal) menjadi satu proyek dengan jadwal, PIC, milestone, dan tenggat.

Proyek dipecah menjadi WBS (Work Breakdown Structure): paket "Kebutuhan izin" → paket per jenis izin (mis. Rekomendasi Kementan, PI Kemendag, SKI BPOM, Karantina) → kegiatan → milestone. Setiap kegiatan punya durasi, dependensi (pendahulu), PIC, dokumen wajib, lampiran, dan referensi peraturan.

Jadwal dihitung otomatis dengan metode jalur kritis (CPM): Izinara mencari tanggal paling awal setiap kegiatan, slack (kelonggaran), dan kegiatan kritis yang bila terlambat akan memundurkan seluruh proyek. Baseline menyimpan rencana awal sebagai pembanding.

Data proyek yang sudah selesai dipakai untuk proyeksi: rasio realisasi vs baseline per jenis izin menghasilkan perkiraan selesai P50/P80, beban kerja PIC per minggu, dan izin yang akan terbit atau habis per bulan.

Cara input / langkah

  1. Admin mengisi master: bagian, pengguna, peraturan, jenis izin & langkah standar, kelompok izin, item code, pemasok.
  2. Manajer membuat proyek baru — paling cepat dengan "Salin dari template WBS" sehingga WBS tidak perlu diketik ulang.
  3. Manajer menetapkan PIC per bagian, menyimpan baseline, lalu PIC mengerjakan kegiatan di "Tugas saya".
  4. PIC memperbarui status/progres, mengunggah lampiran, mengajukan dokumen untuk diverifikasi, dan berdiskusi dengan @mention.
  5. Saat izin terbit, PIC mencatatnya ke register izin. Register memicu proyek perpanjangan sebelum izin habis.

Tampilan layar

Dashboard: kesehatan semua proyek, kegiatan lewat jadwal, milestone dan izin yang segera habis.
Dashboard: kesehatan semua proyek, kegiatan lewat jadwal, milestone dan izin yang segera habis.